Jumat, Februari 28, 2014

Belajar Dari Filsafat Ikan


Belajar Dari Filsafat Ikan

Jauh di dasar laut hidup berbagai macam makhluk hidup yang aneh dan menakjubkan. Ada jenis udang yang bercahaya, beraneka ragam cacing, bintang laut berwarna-warni yang berkilau, dan masih banyak lagi makhluk dan binatang laut yang indah menghiasi dan menyinari dasar laut yang gelap. Subhânallâh!
Ikan memang hidup di tempat yang asin, bahkan terkadang di air yang keruh. Namun sebagaimana yang kita ketahui, ikan tidak pernah terasa asin seperti layaknya garam yang dibuat dari air laut. Ikan selalu mampu membentengi dirinya dari menjadi asin dan beradaptasi dengan segala kondisi yang ada di lautan; ombak yang dahsyat, badai yang besar, cuaca yang dingin, dan lainnya. Kemampuan ikan hidup dalam berbagai cuaca dan tingkat kedalaman laut yang berbeda-beda menunjukkan bahwa ikan merupakan makhluk Allah yang paling mampu beradaptasi.
Hikmah:
- Jadilah seperti ikan yang teguh pada pendiriannya, tidak mudah merubah dirinya menjadi asin atau berlumur lumpur dan kotoran, walau ia hidup di tempat asin, keruh, dan berlumpur.
- Jika Anda tidak bisa mewarnai hidup orang lain dengan kebaikan, paling tidak Anda tidak bisa dipengaruhi oleh orang lain untuk melakukan keburukan dan segala yang bersifat negatif.
- Beradaptasi dengan lingkungan bukan berarti kalah dan menyerah kepada keadaan, sehingga Anda kehilangan jatidiri, melainkan tetap hidup sesuai ketentuan Allah, tanpa harus merasa diganggu dan terganggu.



1.Dalam hidup ada "TANTANGAN" supaya kita tahu kita punya "kekuatan"
2.Hidup butuh bekerja "KERAS&CERDAS" supaya kita tahu arti "pengorbanan"
3.Hidup butuh "AIRMATA" supaya kita tahu arti "merendahkan hati"
4.Hidup butuh "dicela" supaya kita tahu bgm cara "menghargai"
5.Hidup butuh "Tertawa" supaya kita tahu mengucap "Syukur"
6.Hidup buttuh "Senyum" supaya kita tahu kita punya "Cinta"
7.Hidup butuh "butuh orang lain" supaya kita tau kita tidak "sendiri"
Maka, selalulah bersyukur dalam segala hal.



"kegelapan itu ada lima. masing-masing ada penerangnya.
dosa adalah kegelapan, lenteranya adalah tobat.
kuburan itu kegelapan, lenteranya adalah shalat.
timbangan mizan dihari akhir itu kegelapan, lenteranya adalah laa ilaaha illallah.
sirath, jembatan dihari akhir itu kegelapan, penerangnya adalah keyakinan dan iman.
akhirat itu sendiri gelap, penerangnya adalah amal shaleh."



Hidup memang dipenuhi
dengan ketidakpastian
maka, bersyukurlah...
dan bergembiralah selalu

Sungguh...
dalam ketidakpastian itu
segalanya mungkin terjadi

Dan Karena ketidakpastian,
ada kesempatan buat kamu untuk belajar
dan bekerja semaksimal mungkin....
agar kamu bisa mendapatkan kemungkinan yg baik.

Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum
jika kaum itu sendiri tidak pernah mau merubah nasibnyaa..

Semanggattttt!!!



Tidak MUDAH tersenyum ketika hati menangis dan teriris
Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari itu bagian dari kasih Ilahi
Agar Allah memindahkan kebaikan-kebaikan orang yang menyakiti kita

Tidak MUDAH bangkit dalam keadaan terpuruk
Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari...
Bahwa Allah sedang menyapa dengan cinta-Nya Agar kita tumbuh besar dan kuat

Tidak MUDAH memberi ketika diri sendiri dalam kekurangan
Tapi akan terasa INDAH ketika kita bisa membahagiakan orang lain
Bukan membahagiakan diri sendiri

Tidak MUDAH memaafkan ketika kita dibenci dan di hina
Tapi akan terasa INDAH kalau itu bagian dari penyucian diri...
Dan ikhlash hanya mengharap ridlo Ilahi

Tidak MUDAH melupakan kegagalan ketika kita masih berkubang didalamnya
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itu adalah awal dari kesuksesan kita

Tidak MUDAH melupakan masa lalu yang menyakitkan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itulah jalan yang harus ditempuh
Untuk mengawali kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya

Tidak MUDAH menghilangkan duka karena kehilangan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari...
Bahwa Tuhan telah meminjamkan kepada kita beberapa saat

Tidak MUDAH menghadapi penderitaan dan cobaan yang terus mendera
Tapi akan terasa INDAH ketika menumbuhkan kesabaran dan rasa syukur
Dan menyadari itu bagian dari cara Allah menyayangi hambanya...
Seperti Allah menyayangi para Nabi dan Rasul-Nya



Jika ukhuwah ini lautan, maka diri ini telah tenggelam didalamnya.
Tak perlu tabung oksigen, karena do'a kalian telah memberi nafas.
Tak perlu pengaman, karena kepercayaan kalian adalah perisai.
Tak perlu perahu, karena perjalanan ini terasa begitu singkat.
Biarkan diri ini menikmati, meski ada banyak duri yang tertancap karena perbedaan.
Karena diri ini yakin, persaudaraan kita akan meluluhkan perbedaan itu..



Jangan menunggu bahagia baru tersenyum
tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia

Jangan menunggu kaya baru bersedekah
tapi bersedekahlah, maka semakin kaya

Jangan menunggu cinta baru berta’aruf
tapi berta’aruflah, insya Allah cinta hadir dalam ridhoNya

Jangan menunggu pasangan yang sempurna baru menikah
tapi menikahlah, maka insya Allah kesempurnaan akan hadir dalam hidupmu

Jangan menunggu terinspirasi baru menulis
tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam jiwamu

Jangan menunggu termotivasi baru bergerak
tapi bergeraklah, maka motivasimu akan meningkat

Jangan menunggu proyek baru mau bekerja
tapi berkerjalah maka proyek kan berdatangan kepadamu

Jangan menunggu dicintai baru mencintai
tapi belajar mencintai, maka engkau kan dicintai

Jangan menuggu kuantitas, baru membangun kualitas
Tapi binalah kualitas, maka kuantitas akan bersama orang2 yang berkualitas

Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang
tapi hiduplah dengan tenang, insya Allah bukan sekedar uang yang datang

Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti
Tapi bergeraklah, maka engkau akan menjadi contoh yang diikuti

Jangan menunggu sukses baru bersyukur
tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu

Jangan menunggu menang, baru bertaqwa total
tapi bertaqwalah dengan total, maka kemenangan pasti kan datang

Para Pecundang selalu menunggu bukti
dan para pemenang selalu menghadirkan bukti
Seribu kata mutiara akan dikalahkan oleh satu aksi nyata



Rasulullah SAW bersabda kepada menantunya, Ali r.a.
" Wahai 'Ali, setiap sesuatu pasti ada penyakitnya.
Penyakit bicara adalah bohong, penyakit ilmu adalah lupa,
penyakit ibadah adalah riya',
penyakit akhlaq mulia adalah kagum kepada diri sendiri,
penyakit berani adalah menyerang,
penyakit dermawan adalah mengungkap pemberian,
penyakit tampan adalah sombong,
penyakit bangsawan adalah membanggakan diri,
penyakit malu adalah lemah,
penyakit mulia adalah menyombongkan diri,
penyakit kaya adalah kikir,
penyakit royal adalah hidup mewah, dan
penyakit agama adalah nafsu yang diperturutkan....
Ketika berwasiat kepada 'Ali bin Abi Thalib r.a.
Rasulullah SAW bersabda : "Wahai 'Ali, orang yang riya' itu punya tiga ciri, yaitu :
1. rajin beribadah ketika dilihat orang,
2. malas ketika sendirian dan
3. ingin mendapat pujian dalam segala perkara.
Wahai 'Ali, jika engkau dipuji orang, maka berdo'alah :
" Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik daripada yang dikatakannya, ampunilah dosa-dosaku yang tersembunyi darinya, dan janganlah kata-katanya mengakibatkan siksaan bagiku..."

Suatu pengorbanan yang engkau lakukan dlam hidupmu nanti akan kau peroleh manfaatnya walau hal yang merintangimu adalah caci dan makian orang bahkan pujian orang juga dpat mmbuatmu tersungkur kalu engkau menanggapinya dan terhanyut dlam pujiannya mkanya itu suatu cacian yang kluar dri  mulut sseorang dpat mmbuat kita sukses karena cacian itulah yang mendorong kita tuk berubah!!!! jgan takut dicaci karena itu sebagai bumbu kesuksesanmu.

Komentar Anda di rwblog.id adalah tanggapan pribadi, kami berhak menghapus komentar yang mengandung kata-kata pelecehan, intimidasi, dan SARA.
EmoticonEmoticon