Minggu, November 09, 2014

Mencari Kebenaran Tuhanku

Filsafat : Mencari Kebenaran Tuhanku
Filsafat : Mencari Kebenaran Tuhanku
Assalamualaikum wr,wb.
Sore itu ditempat biasa pak Abdullah(Dosen pengantar Filsafat UIN Alauddin) mengajar di bawah pohon, setelah proses mengajar biasanya kami tinggal untuk diskusi ringan. ketika semuanya menjadi sunyi dihanyutkan dengan kepergian para Pencari Kebenaran yang lain, aku terdiam sejenak, lalu aku pandangi Pohon yang berada di atasku,ketika pandanganku terhenti di sebuah titik daun yang layu.
Aku pandangi daun layu itu, beberapa menit kemudian, angin sore menghempaskannya. Jatuh, semacam gembira menyambut hempasan itu, daun layu itu mengayun indah lambaiannya. Daun itu telah menemukan dunia yang lain. Rohnya seakan menyapaku seakan daun itu berkata "Jasadku tak indah lagi, dulu sedap dipandang karena hijaunya, sekarang, jasadku perlahan melebur,menyatu dengan tanah. Tapi aku tak mati secara hakikat, karena hancurku pun masih memberi arti bagi kehidupanmu".
Aku pandangi kembali daun yang telah gugur itu,perlahan lenyap karena debu yang menutupinya.Kuhadirkan tanya tentang diriku sendiri.Darimana aku?, untuk apa?, dan akan kemana? Sekiranya daun yang telah menghilang itu kutanya tentang hal itu, pasti jawabnya dari dahan-dahan pohonlah aku berasal, untuk memberikan makna kepada tumbuhan itu, dan ketika aku mati, aku masih bisa jadi humus. Aku yakin itu jawabnya, tapi apakah aku dan teman-teman sekalian bisa menjawab seandainya daun itu bertanya balik kepadaku dan kepada teman sekalian? Aku tak tahu, kini aku menghilang dari dimensiku yang lain.Aku berdiri, perlahan aku melangkah meninggalkan Pohon Filsafat (Tepatnya dibelakan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin) setelah sampai ke tempat parkiran lagi-lagi aku di hantui oleh pertanyaan Darimana aku,Untuk apa dan mau kemana. Akhirnya aku mengembara dalam dimensi dunia fikiranku. Kutemukan sebuah titik dalam dimensi fikiranku,aku terdiam sejenak. Hempasan cahaya menghancurkan dimensi fikiranku, aku tau itu adalah titik yang aku temukan. Setitik bah didalam Birmillah Ar-Rahman Ar-Rahim
Sekian semoga bermanfaat shob,semoga kalian menemukan jawaban atas pencarian kebenaran Ilhaia, saran dari pak Abdullah "Jangan terikat dengan satu kotak,keluarlah lalu mengamati semua kotak,pertemukanlah titik persamaannya dan titik perbedaannya" insya allah teman-teman sekalian menemukan kebenaran yang hakikat.
Wassalamualaikum wr,wb.

Komentar Anda di rwblog.id adalah tanggapan pribadi, kami berhak menghapus komentar yang mengandung kata-kata pelecehan, intimidasi, dan SARA.
EmoticonEmoticon