Rabu, Desember 10, 2014

Ketika Tuhan Bermohon kepada Ridha dan Rezki(Hawa)

Ketika Tuhan Bermohon kepada Ridha dan Rezki(Hawa)
Ketika Tuhan Bermohon kepada Ridha dan Rezki(Hawa)
Assalamualaikum wr,wb.
Mungkin kali ini saya akan share sesuatu, hehe sesuatu apa dulu? Entah ini puisi atau apa. Yang jelas ini adalah tulisan saya saat ini.saat lagi tenggelam ke alam Murka walbaqa haha. Terkadang jadi orang alay itu susah saudara2.apalagi kalau jadi seorang Filhosofis (filsafat). Mau bilang aku lagi galau aja butuh 1000 deretan kata untuk mengungkapkannya. Hehe yang jelas ini adalah kisahku.
Ok tanpa basa-basi lagi nih dia Tulisanku
Ketika Tuhan Bermohon kepada Ridha Rezki(Hawa)
Aku berjalan di permukaan bumi ini sebagai insan yang sempurna lagi tiada kekurangan. Itu sebelum kau melepas diri dari keInsananku, kini segala kekuranganku nampak begitu jelas, aku bagaikan Ruh yang tak bertempat. Aku bagaikan malaikat yang tiada perintah ,aku bagaikan Tuhan yang tiada di kenal,aku bagaikan Pencipta yang tiada ciptaan, aku bagaikan Rasul yang tiada pengikut.
Sekilas seperti kisah Nabiyulloh Adam as dengan tulang rusuknya(Hawa), ketika semua keindahan surga hilang sekejap lintas cahaya ketika keduanya menjadi pelanggar akan hukum Allah Azza Wa Jalla. Begitulah keindahan yang kita susun bagaikan abjad demi abjad menjadi sebuah kata yang tersusun menjadi sebuah tulisan singkat seperti tulisan saya ini.
Terdapat hakekat dibalik tulisan yang hina ini seperti jua kisah Nabiyulloh Adam as yang dikisahkan memakan Buah yang dilarangkan allah tapi apakah itu benar? Hanya karena memakan sebuah Buah lalu dikeluarkan dari keindahan di atas indah yang tiada menandingi keindahannya(surga)? Begitu pula tulisan saya ini yang hanya terlihat sederhana tetapi sungguh dibalik semua ini ada kisah pribadiku yang tersembunyi, seperti Api ketika berdiri saat dalam sholat, seperti Angin ketika Ruku' didalam sholat, Air ketika sujud didalam shalat dan Tanah saat duduk didalam sholat. Semua berpadu begitu indah, saking indahnya tiada aku mengingat lagi akan kekuranganku, saking utuhnya aku bagaikan khalifah di muka bumi yang berjalan setara dengan pengikut setia baginda Rasullulloh. Tapi apa yang terjadi kini? Ketika Ridha tiada lagi Rezki ketika rezki tiada lagi ridha serta pilihan seorang Hawa menjadi lain. Ketika Adam as ditinggalkan Hawa akan sikapnya, ketika Hawa tak sejalan lagi dengan Adam as. Aku tak tau aku bagaikan Ridha tanpa Rezki dan Hawa(perempuan : Yanti) ,aku bagaikan Insan tanpa Kamil. Aku bagaikan Rasul tanpa Allah. Aku bagaikan 'La' didalam kalimat Lailahaillallah . Apapun yang aku tulis didalam tulisanku ini, ini adalah kisahku yang aku namai : Ridha Rezki(Hawa), dimana sebutan perempuan menjadi Yanti. Dan menjadi satu kesatuan ,antara deretan Abjad yang padu dan saling melengkapi menjadi Ridha Rezki(yanti) . Begitu lengkap kata ini. Yah itu sebelum Hawa(Yanti) memisahkan diri, itu sebelum adam dan hawa dikeluarkan dari surga, itu sebelum kau pergi didalam keinsananku.
Hingga saat ini aku bagaikan tuhan yang tak ber hamba. Hingga saat ini seakan aku tuhan yang meminta ampun kepada hambaku, tuhan yang memohon kepada hamba untuk memujaku kembali. rasul yang tiada tuhan.
Akhir susunan kata, ' Hay hambaku , jika kelak kau tak mau menyembahku itu tidak masalah, tapi tolong(Tuhan bermohon) hargai Ridha dan Rezki yang telah aku berikan kepadamu ' hargai pemberianku. Itu saja.
Hehe selesai. Mungkin tulisannya selesai tp sungguh makna yang akan dibawakan oleh tulisan ini takan sesingkat dan sederhana seperti susunan kata di atas.mungkin bisa di kata Maha Tak terbatas. Haha alay atau tidak begitulah filsafat, ingin menyampaikan aku sayang kamu saja butuh 1000 kata. Haha
Semoga bermanfaat bro dan sis. Eh kalian boleh sebarkan selama ada sumber dan penciptanya.

Wassalamualaikum wr,wb.







Komentar Anda di rwblog.id adalah tanggapan pribadi, kami berhak menghapus komentar yang mengandung kata-kata pelecehan, intimidasi, dan SARA.
EmoticonEmoticon