Kamis, Januari 08, 2015

Mengedit Lauh al-Mahfudz didalam Microsoft Word


Setelah yang lalu saya update Cahaya Muhammad sekarang saya akan membahas tentang sebuah hakikat takdir namun sedikit di padukan rasa saat ini.
            Didalam logika sesuatu yang paling berharga dan tiada dapat dihentikan adalah WAKTU, lalu al-qur'an menggaris besarkannya dengan istilah TAKDIR.
            Dari sebuah Takdir yang ekstensinya adalah waktu, yang tiada pilihan didalamnya, yang tiada kehendak khalifah didalamnnya. sebuah ketetapan murni dari Allah azza wa jalla. lalu Aku sebagai hambanya, yang tiada lain dari-Nya, dapat berbuat apa? Tiada tindakan dan perbuatan yang dapat aku lakukan. ini kisah kita. bukan kisah indah antara Allah dan Muhammad, andai kata aku punya tongkat Musa dan Mujizatnya, aku akan Menyingkap Misteri Lauh al-Mahfudz, dan jika aku Dzat-Nya aku akan merubah Skenario Lauh al-Mahfudz, aku janji akan merubahnya.
            Aku akan mengeluarkan kau dari garis darah ini, atau aku keluar dari garis darah ini. Hingga kita tiada mengenal, mengenal dengan sebutan keluarga, Sungguh sayang, aku hanya manusia biasa. Manusia yang ingin merubah Lauh al-Mahfudz.
            Bagaikan risalah Muhammad ketika peran badr, Perang Badr diakhiri dengan pertolongan Allah, tatkala 300an Kaum Muslimin melawan 1000 lebih pasukan Kafir Quraisy Makkah.
            Itu kisah Muhammad, Ada misteri apa didalam peristiwa itu? Dimana sungguh tidak mungkin barisan khalifah muslim menang dalam pertempurannya. Yah... ini adalah skenario Allah azza wa jalla. Jika boleh bertanya seperti ini : Kenapa Allah berkehendak demikian? Sungguh jawaban yang paling indah terdapat didalam Al-Qur’an. Lalu jawabku yang Paling iri ialah : Karna Muhammad adalah kekasih Allah,makanya Allah bantu muhammad :D haha logis kan. Tapi sungguh jawaban itu adalah jawaban yang keliru, Karena aku, Manusia yang iri hati akan kisah Cinta Muhammad dan Allah.  Aku iri hati Tuhan. Aku iri.
            Andaikan aku adalah Nabi Khaidir, akan kurubah Tinta diatas kertas menjadi kertas di atas tinta, agar kisah ini tiada pernah terjadi, tiada pernah terukir. Akan kurubah pemikiran Filosof besar Thales yang mengatakan bahwa segalanya berasal dari Air menjadi segalanya berasal dari Allah, tapi apa dayaku? Apakah aku punya daya? Tidak karena La haula wala kuwwata illa billah, tiada dayaku hanya milik Allah. Lalu hadir sebuah pertanyaan, lalu aku punya apa? Punya pilihan. Lalu apa yang harus aku pilih? Entahlah, ini rahasia Allah. Ini zir-Nya
            Saat ini, Aku adalah manusia yang iri hati kepada Kisah Muhammad dan Allah, aku hanya bisa berandai-andai “Mengedit Lauh al-Mahfudz didalam Microsoft Word “ dan Aku akan mencetaknya (Kebetulan di dekat kampus ada tukang print langgananku :D) dan aku akan memajangnya di atas plafon rumah kosku, agar nantinya menjadi sugesti hari-hariku. Yah itu adalah Pilihan. Pilihan konyol dari manusia biasa.Andaikan aku adalah narapidana yang divonis hukuman mati, pesan terakhirku sebagai narapidana menjelang eksekusi adalah:

“Pakai kos kakita kareng, basah atau tidak, katanya mau Hijrah”

Komentar Anda di rwblog.id adalah tanggapan pribadi, kami berhak menghapus komentar yang mengandung kata-kata pelecehan, intimidasi, dan SARA.
EmoticonEmoticon