Rabu, April 15, 2015

Filsafat islam : Masa Laluku yang tak pernah terjadi

Apa itu sejarah
Waktu Penaku, Ruang Kertasku, Aku Segalanya


Jumpa lagi tiada bukan dan tiada lain Rahman Wangsyah, setelelah postinganku yang lalu yaitu Ketika batu menikahi pasir, pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berargumentasi tentang Sejarah, sebenarnya postingan ini adalah sebuah jawaban(Argumentasi) yang tidak tersampaikan pada saat Jam kuliah kemaring.

Oleh karena itulah, Argumentasi ini saya posting di blog, barangkali ada ilmu yang dapat teman-teman tangkap dari sini, ok langsung saja, seperti judul diatas "Masa Laluku yang tak pernah terjadi", Sedikit ganjil namun akan logis jika sahabat meluangkan beberapa menit untuk membaca argumentasiku ini.

Masalah ini berawal ketika membahas sejarah, oleh karena itu mari kita akan menjawab pertanyaan berikut

  • Apa itu sejarah?

Secara etimologi kata sejarah memiliki akar kata dari bahasa Arab yaitu syajarah, dari kata syajaratun yang artinya pohon. Istilah syajarah diserap oleh bahasa-bahasa lain menjadi historia (Latin), history (Inggris), histoire (Perancis), geschiedenis (Belanda), dan lain-lain. Kata syajarah yang telah berubah menjadi sejarah masuk ke dalam perbendaharaan bahasa Indonesia melalui bahasa Melayu.Makna kata pohon,pada masa lalu selalu di hubungkan dengan keturunan,atau asal usul keluarga raja atau dinasti tertentu.
Di atas adalah pengertian sejarah secara bahasa yang saya kutip dari wikipedia, jadi secara umum sejarah adalah Peristiwa yang terjadi pada masa lampau. munculah sebuah pertanyaan "Apakah sejarah ada ketika manusia ada atau sebelum manusia ada?"
Jika sejarah ada ketika manusia ada/manusia dulu baru sejarah maka yang terjadi adalah kefatalan pada definisi sejarah tersebut, tentu saja fatal karena menyalahi penjelesannya sendiri, metafora sederhananya seakan-akan manusia harus berjalan kedepan untuk meninggalkan jejak di belakangnya/atau membuat sejarah, maka yang terjadi seakan-akan sejarah itu masa depan atau sejarah itu ada di depan.
Jika sejarah ada terlebih dahulu sebelum manusia, hal ini juga menyalahi definisi sejarah di atas, siapa yang membuat sejarah? siapa yang akan mengkomsumsi masa lalu? siapa yang akan menuliskan sejarah?
Jadi sebenarnya siapa yang salah disini? tidak ada yang salah, mungkin penetapan definisi Sejarahlah yang kurang tepat, kenapa kurang tepat? jelas-jelas dan paling umum sejarah definisinya begitu kok, dan di dalam kamus bahasa indonesia sejarah itu adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. yah memang benar begitulah definisi dari KBBI, apakah salah jika berpendapat tentang apa yang kita kurang setujui? dan inilah pendapatku "KBBI kurang tepat dalam mendefinisikan Sejarah" kalau salah berarti kita sudah menyalahi tentang "Kebebasan berpendapat" hehe. 

Jadi menurut saya pribadi, "Sejarah adalah peristiwa yang terjadi pada poros perputaran Waktu dan Ruang"  (Ini pribadi kawan, jadikan saja referensi sampingan, namun jika anda ekstreme gilanya. boleh join kok, hehe)
Berikut kesimpulan yang akan kita dapatkan jika definisi sejarah sesuai dengan pendapatku:

  • Jadi jika berbicara tentang adanya sejarah setelah adanya manusia, maka sejarah ada ketika manusia menemukan (Sepakat) akan adanya sejarah. jadi adanya sejarah ketika manusia sepakat bahwa "hal ini" dikatakan sejarah, loh, jadi sebelum di sepakati sejarah itu tidak ada? iya jelas, karena sebelum disepakati yang ada hanya "hal ini" hehe sederhananya "Apinya tetap ada, namun panasnya baru akan diketahui ketika kita menyentuh api tersebut/mendekatinya" sama halnya tuh mahluk yang dikatakan KBBI, mungkin KBBI baru mendekati apinya, sekarang kita langsung pacara apinya, cie hehe, 
  • Jika berbicara tentang ketiadaanya sejarah, maka tiadanya jika waktu berhenti berputar serta ruang  tak bernafas lagi, jadi rubahlah peristiwa yang terjadi di masa lampau menjadi masa lampau yang punya peristiwa hehe (Waktu dan Ruang bukan berjalan dan bertempat pada sejarah namun sebaliknyalah)
  • Jika berbicara pelaku sejarah, jika hanya manusia sebagai pelaku sejarah, sejarah dinosaurus mau di kemanakan? makanya segala sesuatu yang meliputi ruang dan waktu punya hak untuk menciptakan sejarah. (cth: Patung bersejarah, rumah bersejarah, mantan bersejarah, haha) intinya disini "Waktu adalah pena, ruang adalah selembar kertas"
Nah di atas adalah kesimpulan yang akan sahabat dapatkan jika menggunakan definisiku tentang sejarah secara universalnya dan lagi definisi ini sudah singkron dengan agama islam, hehe, kenapa? karena sesuai dengan Al-qur'an. hahaha :D kok bisa? 
Jadi begini, sebagaimana yang telah saya simpulkan di atas bahwa sejarah meliputi segalanya baik ke depan ataupun ke belakang kecuali Tinta penanya telah habis (Secara Syariat), maka hal ini juga membetulkan tentang takdir yang telah ditentukan oleh Tuhan, yang berarti bahwa kita berjalan ke masa depan yang sebenarnya telah terjadi atau tergariskan, padahal kan belum terjadi, hehe contoh kecilnya besok hari kamis, mau tidak mau kita jalani pada akhirnya besok hari kamis kan hehe, seakan-akan sejarah terletak pada masa depan, andai kata sahabat tau kapan sahabat akan mati, tarulah saya akan mati besok, nah disini saya tidak punya pilihan (sama halnya waktu), namun saya punya kehendak untuk memilih bagaimana cara saya mati, saat inilah saya menentukannya, contoh saat ini saya mencuri, maka besok saya akan mati karena dipukul massa akibat tertangkap basah mencuri hati istri tetangga,cieee (Bukanji kita sa'dang, andai-andaikuji), hehe. Sadis (NB: sa'dang adalah tetanggaku, serius :D) begitupun sebaliknya terkadang kita membuat masa lampau pada saat masa depan atau masa sekarang, wah bagaimana caranya? emang bisa? hehe bagiku bisa, contoh kecilnya saat saya mengingat masa-masa indah waktu bersama si doi di masa lalu yang tidak pernah terjadi (membayangkan pacarnya orang saat ini menjadi pacar kita yang direbut oleh pacarnya saat ini hehe, pusing?)

Nah itu di atas contoh pembenaran sejarah versiku terhadap al-Qur'an, haha sebenarnya masih banyak sobat, namun apa daya, Kopipun telah hangus, jemari-jemariku tak sanggup menahan godaan iblis tersayang (Terkutuk sudah banyak, kasihan sama iblisnya hehe) 
Ok semoga bermanfaat sahabat.

Komentar Anda di rwblog.id adalah tanggapan pribadi, kami berhak menghapus komentar yang mengandung kata-kata pelecehan, intimidasi, dan SARA.
EmoticonEmoticon