Sabtu, April 25, 2015

Logika Menentang Agama? Yakin?

Logika Menentang Agama

Assalamualaikum wr,wb.
Sebenarnya ini adalah pelengkap untuk artikel Teori saya tentang Adzan, namun pemahaman ini kita haru kaji sebelum masuk ke Teori Asli hasil pemikiran saya atau penalaran saya.

Benarkah logika menentang agama? atau agama sahabat yang menentang Logika? kebenaran yang hakikat kita cuma dapat menyerahkannya kepada yang Maha Benar. Kita hanya dapat mendekati kebenaran, kembali ke pokok masalah, pertama saya akan paparkan devinisi sederhana dari Agama dan Logika.


Apa itu Logika?

Logika adalah kaidah-kaidah berfikir. Subyeknya akal-akal rasional. Obyeknya adalah proposisi bahasa. Proposisi bahasa mencerminkan realitas, apakah itu realitas di alam nyata ataupun realitas di alam fikiran. Kaidah-kaidah berfikir dalam logika bersifat niscaya atau mesti. Penolakan terhadap kaidah berfikir ini mustahil (tidak mungkin). Bahkan mustahil pula dalam semua khayalan yang mungkin (all possible intelligebles). Contohnya, sesuatu apapun pasti sama dengan dirinya sendiri, dan tidak sama dengan yang bukan dirinya.



Apa itu Agama?

Yang saya pahami tentang agama saat ini adalah Agama berasal dari dua kata yaitu A dan Gama, dimana A artinya Tidak dan Gama berarti tidak kacau (Pengertian Secara Etimologi), nah secara istilah Agama adalah Kepercayaan kepada sesuatu dan non sesuatu, bersistem atau tidak, terstruktur atau tidak. ada atau tiadanya. Dimana yang kita ketahui manusia saat ini ada yang memilih beragama dan bertuhan (Theis), Bertuhan tanpa beragama (Agnostic) dan Manusia yang tidak bertuhan dan beragama (Atheis).



Setelah kita mengetahui hal tersebut kita kembali kepertanyaan semula, Benarkah logika menentang Agama? atau Agama sahabat yang menentang Logika? seperti yang di ungkapkan terkenal dari tokoh besar di dunia Islam, Ibn Taimiyyah bahwasanya “Man tamanthaqa faqad fazandaqa” yang artinya "Barang siapa yang menggunakan logika maka ia kafir"


Benarkah ungkapan Ibn Tamiyyah itu?

Menurut saya begini (Hanya sebagai pembelajaran shob, HATI-HATI)


JIka kita membahas hal di atas dari bentuk Tekstualitas maka kita akan mendapatkan bahwa Agama seseorang yang menentang Logika. Mengapa? kita kembali kepada pengertian awalnya yaitu agama adalah kepercayaan, lalu Logika adalah Kaidah berfikir. dapatkah anda Percaya atau Yakin jika belum pernah Ragu? bagaimana cara anda mengetahui Kopi ini manis sedangkan anda belum pernah mencoba kopi yang pahit?



Logika Menentang Agama? Yakin?Nah di atas jika kita menggunakan pandangan Tekstualitas, Bergantung pada konsep. Namun saya yakin pasti masuk akal, hehe. ayo jujur? ok kita lanjut ke pahaman yang kita dapat jika kita menggunakan Terminologi, seperti yang kita ketahui kebenaran Logika mutlak adanya pada Dunia Materi (ingat : pada dunia Materi atau dunia logika itu sendiri) dan kebenaran Agama/kepercayaan terletak pada keyakinannya itu sendiri (Dimensi Kepercayaannya sendiri), nah jadi bagaimana? masing-masing membenarkan diri sendiri? yah panta kalau anda orang Islam pasti bilang Islamlah yang paling benar, jika sahabat adalah umat kristen pasti mengatakan bahwa Kristenlah yang paling benar, kan gitu.., jadi dimana letak kesalahannya? dimana letak kebenarannya? Sekali lagi kalau berbicara tentang Benar dan Salahnya kita tidak dapat menemuinya, kita hanya bisa mendekati Benar ataupun mendekati salah. jadi dimana letak kesalahannya?


Ternyata Logika, ternyata letak kesalahannya hanya pada Persepsi masing-masing, Yah pemikiran masing-masing, Coba anda kembali perhatikan, anda sedang apa sekarang? yang saya tau anda sedang membaca artikelku, membaca pakai apa? Logika jawabnya, anda percaya dengan Tulisanku ini? jika percaya berarti munculah keyakinan terhadap saya. Nah berarti Logika jalan menemukan agama dong? jadi logika tidak menentang agama yah? jawabnya iyah, Logika tidak sama sekali menentang Agama, sebaliknya Logika sebagai kaidah berfikir adalah salah satu jalan Memusnakan kefanaan dunia materi ini, menuju keyakinan, logika adalah salah satu jalan menuju keyakinan. Yah itulah Logika.



Kenapa saya berani berkata demikian? mungkinkah saya kafir? mungkin begitu jawab sahabat yang sedang membaca artikel di blog ini, namun tenang saya punya alasan, Namun khusus untuk umat islam saja sahabat, hehe.

Perintah pertama kali yang diturunkan Allah Azza wa Jalla kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw adalah 'IQRO' malah perintah ini diulang-ulang sampai tiga kali. Apa itu IQRO? iqro pada terjemahan Indonesia yang banyak tersebar di negeri ini adalah "Membaca, Baca", namun coba kita teliti lagi, coba kita ambil kamus Bahasa arab, coba translate apa itu IQRO, ternya iqro pengertiannya luar diantaranya adlaah Bacalah, Membaca, Pahami, Fikirkan dll, nah dari sini kita dapat simpulkan, perintah Tuhan yang pertama adalah Memahami atau fikirkan, bukan Yakinlah atau percayalah, tapi tuhan pertama kali memerintahkan kita adalah berfikir, memahami.

Kenapa begitu? karena kebanyakan kita saat ini adalah yang pertama kita lakukan bersyahadat, yah mengucapkan dua kalimat syahadat, apa itu syahadat? syahadat adalah bersaksi, pernahkah anda saksikan Tuhan lalu berani berkata demikian? jawabannya tidak, hanya ikut-ikut, heeh kenapa demikian? karena kita tidak pernah mau berfikir, padahal NABI IBRAHIN as Pernah Atheis, karena beliau adlah pencari kebenaran, berfikir siang malam memikirkan ada dan tiadanya tuhan hingga akhirnya dia mendapatkan bahwa tuhan itu ADA, barulah ia bersyahadat.


Bagaimana sahabat? apakah sahabat sudah islam? Yakin? Masihkan Agama sahabat menyalahkan Logika?
BERFIKIRLAH salam Filososfi
Wassalamu alaikum wr,wb
Mungkin sebagian sahabat salah berfikir kepada saya, namun inti dari semua ini jika kita membenarkan perkataan ibn Tamiyyah maka sama saja kita mengkafirkannya, karena kita telah membenarkannya dengan Logika, agar sahabat tidak salah berfikir tentang saya, silahkan tunggu updaten artikel saya selanjutnya sebagai inti dari artikel ini sebenarnnya, karena keterbatasan saya sebagai manusia yang punya lelah dalam mengetik kata perkata, hehe

4 komentar

Komentar Anda di rwblog.id adalah tanggapan pribadi, kami berhak menghapus komentar yang mengandung kata-kata pelecehan, intimidasi, dan SARA.
EmoticonEmoticon