Senin, Mei 18, 2015

Pandangan Filsafat : Belajar Filsafat

Pandangan Filsafat
Pandangan FIlsafat
1
          FILSAFAT SEBAGAI PANDANGAN HIDUP

Istilah filsafat kadang-kadang diidentikan artinya dengan beberapa istilah berikut.
·         Way of life (pandangan hidup)
·         Weltanschauung (pandangan dunia)
·         Wereldbeschouwing (pegangan hidup)
·         Wereld en levens beschouwing (petunjuk hidup)
Filsafat sebagai pandangan dunia tercermin dalam kebudayaannya.

Filsafat sebagai Weltanschauung atau pandangan dunia merupakan pandangan hidup manusia yang dijadikan dasar setiap tindakan dan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari.  Semuanya akan tercermin pada sikap hidup dan cara hidup.  Sikap dan cara hidup ini diarahkan pada tujuan hidup,  yang dapat diketahui setelah manusia mau memikirkan dirinya sendiri beserta hubungan dengan dirinya sendiri, dengan sesama, dengan alam semesta dan dengan Tuhannya. 

Jika filsafat sudah menjadi pandangan hidup seseorang maka ia akan menjadi dewasa dalam berpikir dan meninjau setiap masalah dari semua sudut pandang ( menyeluruh).

2.         FILSAFAT SEBAGAI REFLEKSI BUDI MANUSIA

Lahirnya filsafat akibat adanya kegiatan refleksi budi manusia. 

Ada 6 kegiatan akal/budi manusia yang direfleksikan, yaitu :
·         Analisa menghasilkan kejelasan
·         Pemahaman menghasilkan kecerahan
·         Deskripsi menghasilkan keterangan
·         Penilaian menghasilkan kebenaran
·         Penafsiran menghasilkan pengertian
·         Perekaan menghasilkan penyatupaduan

 Ciri-ciri Refleksi Budi Manusia
·         Senantiasa berusaha mencari & menemukan jawaban yang beralsan melalui pikiran/akal budi manusia secara sungguh-sungguh dan mendalam sedalam-dalamnya terhadap berbagai persoalan filsafat.
·         Hasil pemikiran yang murni tanpa fakta/eksperiman.
·         Melakukan perbincangan/pengkajian sesuai dengan penalaran atau rasio manusia tanpa dukungan intuisi atau dali-dalil agama.
·         Bersifat normatif terutama dalam cabang-cabang filsafat seperti cabang filsafat logika (norma kaidah).
·         Senantiasa memandang masalah secara sistematis dan koheren.
·         Melihat seluruh masalah secara universal dan menganggapnya sebagai hasil pemikiran yang murni/rasional,teoritis, dan spekulatif.

Komentar Anda di rwblog.id adalah tanggapan pribadi, kami berhak menghapus komentar yang mengandung kata-kata pelecehan, intimidasi, dan SARA.
EmoticonEmoticon