Minggu, November 22, 2015

Ilmu Komunikasi - Definisi Komunikasi

Berikut beberapa definisi Komunikasi

  1. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seorang komunikator menyampaikan stimulus dengan tujuan untuk mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak/komunikan) (Hovland, Janis & Kelley 1953)
  1. Komunikasi adalah proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan (Ruesch 1957)
  1. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih (Gode 1959)
  1. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa, dengan akibat apa [who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?] (Lasswell 1960)
  1. Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan utnuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego (Barnlund 1964)
  1. Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain (Berelson & Stainer 1964)

Dari setiap definisi dapat kita lihat bahwa setiap sarjana mencoba melihat komunikasi dari sudut pandang yang berbeda-beda. Masing-masing dari mereka memberikan penekanan pada ruang lingkup dan konteks yang berbeda. Namun secara keseluruhan, terdapat benang merah antara satu definisi dengan yang lainnya tentang proses pembentukan pesan dan penyampaiannya dari komunikator kepada komunikan. Dalam pelaksanaannya, proses ini memungkinkan memberikan efek berupa pengaruh dalam pemikiran, perilaku dan lain sebagainya dalam interaksi antara individu-individu yang terlibat.

Dalam kehidupan, komunikasi amat penting bagi pertumbuhan kepribadian manusia karena proses komunikasi yang dialami manusia berkaitan dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia. Dengan komunikasi, manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya bahkan yang paling dasar sekalipun. Coba Anda ingat-ingat, pernah kah manusia tidak berkomunikasi? Bahkan dengan dirinya sendiri pun manusia melakukan komunikasi, With what effect – digunakan dalam ‘Effect Analysis’ untuk mengkaji apa dampak dari berlangsungnya proses ini, proses di mana pesan disampaikan kepada komunikan

Model ini bukanlah model yang sempurna, karena masih mengabaikan adanya gangguan yang mungkin muncul dalam setiap proses komunikasi. Namun sebagai panduan dasar, model ini cukup mudah dan sederhana bagi para sarjana untuk pendekatan awal dalam mendalami ilmu komunikasi.

Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa ilmu komunikasi sangat luas, dapat diketahui dari definisi yang tidak sederhana namun dapat disederhanakan. Selain itu, ilmu ini tidak hanya melihat siapa yang mengirim dan menerima pesan, namun lebih jauh lagi dapat digunakan untuk mengkaji isi pesan, medium penyampaian pesan, efek proses tersebut bahkan pada lapisan kedua dan ketiga yang melibatkan bidang keilmuan lainnya seperti psikologi, antropologi, politik dan lainnya. Bagaimana motif komunikator ketika merumuskan pesan, dapat dilihat dari latar belakang budaya yang dianutnya dan kondisi psikologisnya sehingga isi pesan yang disampaikannya penuh rasa emosi, misalnya demikian.


Dengan demikian, ilmu komunikasi tidaklah berdiri sendiri, namun akan berkaitan dengan bidang keilmuan lainnya, termasuk psikologi. Bagaimana seseorang bereaksi, membentuk persepsi, membentuk opini, bersikap sebagai bentuk pesan nonverbal dan ciri lainnya yang merupakan bagian dari kondisi psikologis seseorang memengaruhi interaksi komunikasinya. Berikutnya akan dibahas bagaimana definisi komunikasi dari perspektif ilmu psikologi.

Komentar Anda di rwblog.id adalah tanggapan pribadi, kami berhak menghapus komentar yang mengandung kata-kata pelecehan, intimidasi, dan SARA.
EmoticonEmoticon