Minggu, November 22, 2015

Psikologi Komunikasi - pembentukan dan perubahan sikap dalam komunikasi

Manusia tidak terlepas dari interaksi sosial yang pada akhirnya akan membentuk sikap sosial. Interaksi sosial melibatkan individu dalam bereaksi membentuk pola sikap terhadap berbagai objek psikologis yang dihadapinya. Pengalaman pribadi, kebudayaan, keberadaan dan pengaruh orang lain yang dianggap penting, institusi, lembaga-lembaga, emosi dan media massa menjadi faktor yang dapat memengaruhi sikap seseorang.

  • Pengalaman pribadi
Apa yang kita alami di lingkungan sosial dan interaksi sosial dapat membentuk dan memengaruhi sikap kita. Pembentukan kesan atau tanggapan terhadap objek psikologis dalam interaksi sosial merupakan proses kompleks yang terjadi dalam diri individu. Dalam situasi emosional tertentu yang menekan dapat terbentuk kesan negatif ketika keinginan tidak terpenuhi. Namun jika stimulus lain terjadi dengan objek psikologis yang sama, mungkin kesan positif juga akan terbentuk. Sebagai contoh, Anda sedang terburu-buru untuk menuju suatu tempat kemudian memilih untuk naik taksi X, pada saat itu kebetulan supir baru yang melayani sehingga agak kebingungan untuk menemukan lokasi yang ingin dituju. Pengalaman ini membuat Anda membentuk kesan negatif terhadap taksi X, bukan semata-mata pada supirnya saja, bahwa pelayanan taksi X tidak memuaskan. Namun di hari lain, ketika Anda pulang kerja, kehujanan, banyak taksi yang menolak untuk memberikan layanan kecuali taksi X, pengalaman ini akan membentuk kesan yang lain lagi, yaitu kesan positif. Dengan kata lain, sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi terjadi dalam situasi yang melibatkan emosi karena penghayatan terhadap pengalaman itu akan lebih mendalam dan berbekas lebih lama.

  • Pengaruh Kebudayaan

Kita hidup tidak lepas dari budaya. Kebudayaan telah memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan sikap kita sehingga sekarang. Kebudayaan telah menanamkan garis pengarah sikap kita terhadap berbagai peristiwa dan masalah yang kita hadapi. Kebudayaan memberi corak pengalaman individu-individu dalam masyarakat. Hanya kepribadian individu yang mapan dan kuat yang pada akhirnya dapat memudarkan dominasi kebudayaannya dalam bentuk sikap individual.

  • Orang yang dianggap penting
  1. Karena adanya faktor-faktor pada poin 1, maka komunikasi massa biasanya berfungsi memperkokoh sikap dan pendapat yang ada, meskipun kadang-kadang berfungsi sebagai media pengubah;
  2. Bila komunikasi massa menimbulkan perubahan sikap, perubahan kecil pada intensitas sikap lebih umum terjadi daripada perubahan seluruh sikap;
  3. Komunikasi massa cukup efektif dalam mengubah sikap pada bidang-bidang di mana pendapat orang lemah, misalnya pada iklan komersial;
  4. Komunikasi massa cukup efektif dalam menciptakan pendapat tentang masalah-masalah baru bila tidak ada predisposisi yang harus diperteguh.

Rangsangan Emosional

Banyak penelitian komunikasi mengalami kesulitan untuk mengukur emosi manusia; sedih, gembira atau bahkan takut, yang dianggap sebagai akibat dari efek media massa. Meski demikian, telah dirumuskan faktor-faktor yang dapat memengaruhi intensitas rangsangan emosional pesan media massa, sebagai berikut:
  1. Suasana emosional
Suasana emosional yang mendahului terpaan stimuli dapat mewarnai respon individu terhadap stimuli tersebut. Respon khalayak terhadap film, opera sabun dalam televisi, sandiwara atau isi cerita pada novel dapat dipengaruhi oleh suasana emosi khalayak. Oleh karena itu, efek dari kandungan media tidak akan sama antara satu orang khalayak dan yang lainnya

  1. Skema kognitif
Skema kognitif adalah naskah yang ada pada pikiran kita untuk menjelaskan alur peristiwa yang dialami. Skema kognitif tidak selalu berdasarkan pengalaman individu, bisa juga berupa induksi verbal atau petunjuk pendahuluan yang menggerakkankerangka interpretif. Berkaitan dengan skema kognitif ini, muncul anggapan bapakah adegan atau cerita yang disaksikan khalayak itu realita atau sekedar khayalan. Oleh karena itu, untuk mengurangi kemunculan gangguan emosional pada khalayak, adalah tentang literasi pada khalayak tentang isi kandungan pesan media, bahwa itu adalah fiktif atau kenyataan.

  1. Suasana terpaan

Coba bayangkan Anda menonton film Insidious tengah malam di rumah, sendirian. Apa yang bisa Anda rasakan? Atau, ketika berencana menonton film Man of Steel, i. 


Komentar Anda di rwblog.id adalah tanggapan pribadi, kami berhak menghapus komentar yang mengandung kata-kata pelecehan, intimidasi, dan SARA.
EmoticonEmoticon